bintang bertaburan

Senin, 26 Oktober 2015

pengertian tanaman obat

Tumbuhan obat


Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang telah diidentifikasi dan diketahui berdasarkan pengamatan manusia memiliki senyawa yang bermanfaat untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit, melakukan fungsi biologis tertentu, hingga mencegah serangan serangga dan jamur. Setidaknya 12 ribu senyawa telah diisolasi dari berbagai tumbuhan obat di dunia, namun jumlah ini hanya sepuluh persen dari jumlah total senyawa yang dapat diekstraksi dari seluruh tumbuhan obat.[1][2]
Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat telah ada sejak zaman prasejarah manusia. Pada tahun 2001, para peneliti telah mengidentifikasi bahwa 122 senyawa yang digunakan di dunia kedokteran modern merupakan turunan dari senyawa tumbuhan yang sudah digunakan sejak zaman prasejarah.[3] Begitu banyak obat-obatan yang tersedia saat ini merupakan turunan dari pengobatan herbal, seperti aspirinyang terbuat dari kayu pohon dedalu, juga digitalisquinine, dan opium.
WHO memperkirakan bahwa 80 persen warga di benua Asia dan Afrika memanfaatkan pengobatan herbal untuk beberapa aspek perawatan kesehatan. Amerika Serikat dan Eropa memiliki ketergantungan yang lebih sedikit, namun memperlihatkan kecenderungan meningkat sejak efektifitas beberapa tumbuhan obat telah teruji secara ilmiah dan terpublikasikan. Pada tahun 2011, total tumbuhan obat yang diperdagangkan di seluruh dunia mencapai nilai lebih 2.2 miliar USD.[4]
Dengan sumber yang berasal dari tumbuhan, maka kekayaan hayati suatu negara seperti hutan menjadi penting,[5] dan kerusakan hutan mengancam keberadan tumbuhan obat yang pernah dan saat ini dimanfaatkan oleh masyarakat adat penghuni kawasan hutan dan sekitarnya.[6] Keanekaragaman hayati di dalam hutan penting selain sebagai sarana melestarikan spesies tumbuhan obat untuk manusia, juga dapat menjadi sumber obat-obatan darurat bagi hewan langka yang ada di cagar alam. Tumbuhan yang bermanfaat tersebut perlu diidentifikasi dan diteliti lebih lanjut, dan pakar konservasi atau jagawana perlu dilatih untuk menggunakan tumbuhan obat tersebut.[7] Pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman obat di dalam hutan dapat digali dari masyarakat setempat berdasarkan pengalaman mereka yang diturunkan dari generasi ke generasi.[8][9] MasyarakatSuku Tugutil di Taman Nasional Aketajawe LolobataHalmahera, memiliki pengetahuan terhadap setidaknya 116 spesies tumbuhan lokal, dengan 71 spesies dimanfaatkan sebagai tanaman pangan dan 45 spesies dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat.[10]

Uji klinis tanaman obat

Uji klinis

Berbagai rempah daun memiliki efek positif ketika diuji secara in-vitro, pada hewan, dan uji klinis skala kecil,[23] namun tidak jarang beberapa tumbuhan obat memiliki efek negatif.[24]
Pada tahun 2002, National Institutes of Health mulai membiayai uji klinis terhadap efektivitas obat herbal.[25] Survey pada tahun 2010 terhadap 1000 jenis tumbuhan, 356 diantaranya telah memiliki hasil uji klinis mengenai manfaatnya secara farmakologi. Sekitar 12 persen dikatakan "tidak memiliki manfaat yang signifikan" meski telah tersedia di pasar.[26] Dan berdasarkan Cancer Research UK, tidak ada satupun pengobatan herbal yang terbukti secara klinis dapat mencegah atau mengobati kanker.[27] Berbagai pakar pengobatan herbal mengkritik studi ilmiah terhadap obat-obatan herbal karena tidak memasukkan pengetahuan historis yang dapat memberikan informasi mengenai dosis optimal, spesies yang detail, waktu pemanenan, dan target populasi penerima obat.[3][28]

sejarah tanaman obat

Sejarah

Sejak zaman prasejarah, rempah-rempah pada awalnya digunakan sebagai bumbu penyedap makanan, namun perlahan diketahui memiliki beragam manfaat.[1][2] Terutama rempah-rempah yang memiliki kemampuan antimikroba sehingga dapat mengawetkan makanan. Cara ini diperkirakan berawal di wilayah tropis di mana makanan tidak bisa diawetkan karena faktor iklim. Berbeda dengan wilayah iklim sedang yang memiliki musim dingin sehingga makanan dapat diawetkan secara temperatur rendah.[11] Daging secara umum di berbagai budaya dibumbui lebih banyak dari sayuran karena daging lebih cepat rusak.[12]
Berbagai bukti arkeologis menemukan bahwa manusia menggunakan tumbuhan obat setidaknya sejak zaman Paleolitikum, sekitar 60 ribu tahun yang lalu. Namun diperkirakan hal itu terjadi lebih awal, karena primata yang masih hidup saat ini juga telah menggunakan berbagai dedaunan spesifik untuk menyembuhkan penyakit tertentu.[13] Sampel tumbuhan yang dikumpulkan dari lokasi prasejarah Neanderthal Gua Shanidar di Iran menemukan sejumlah besar polen dari 8 spesies tumbuhan, dengan tujuh diantaranya masih digunakan sampai sekarang sebagai pengobatan herbal.[14]
Dalam sejarah tertulis, setidaknya setudi mengenai rempah daun telah dilakukan sejak 5000 tahun lalu di Sumeria, dan tertulis di tablet tanah liat yang memuat daftar ratusan tumbuhan obat. Pada tahun 1500 SM bangsa Mesir Kuno menulis Papirus Eber yang berisi lebih dari 800 tumbuhan obat, termasuk diantaranya bawang putih dan mariyuana.[15] Di India, pengobatan Ayurveda telah menggunakan berbagai tumbuhan obat sejak 1900 SM.[16][17] Kaisar China Shennong disebutkan telah menulis setidaknya 365 tumbuhan obat dan pemanfaatannya, termasuk mariyuana dan ephedra (yang menjadi asal kata nama obat ephedrine).[18] Pada Yunani Kuno, setidaknya tumbuhan obat telah dipelajari sejak abad ke 3 SM oleh Diocles of Carystus, namun sebagian besar isinya mirip dengan yang ditemukan di Mesir.[19]

Fitokimia obat herbal

Fitokimia

Semua tumbuhan menghasilkan senyawa kimia sebagai bagian dari aktivitas metabolisme. Senyawa fitokimia ini dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
  • Metabolit primer seperti gula dan lemak yang ditemukan di seluruh jenis tumbuhan.
  • Metabolit sekunder yang tidak ditemukan di semua jenis tumbuhan, dan setiap jenis tumbuhan dapat memiliki jenis dan fungsi metabolit sekunder yang berbeda-beda.[20]
Contoh metabolit sekunder yaitu toksin yang digunakan untuk melawan predator dan feromon yang digunakan untuk menarik perhatian serangga untuk melakukanpenyerbukan. Metabolit sekunder inilah yang banyak digunakan sebagai obat-obatan pada manusia, seperti inulin dari akar dahlia sebagai media penyimpanan energi digunakan manusia untuk pengobatan ginjalkuinina dari kina menghasilkan rasa pahit sehingga mencegah tumbuhan dimakan herbivora, pada manusia dijadikan obat malaria; dan morfin dari lateks opium merupakan pertahanan ketika biji opium yang sedang berkembang diserang, oleh manusia dijadikan bahan obat-obatan.[20] Bahkan tumbuhan yang beracun dapat memiliki manfaat secara medis.[21]
Tumbuhan mensintesis berbagai jenis fitokimia, namun sebagian besar merupakan turunan dari senyawa biokimia dasar:[22]
  • Alkaloid merupakan senyawa kimia yang memiliki cincin nitrogen. Alkaloid dihasilkan dari berbagai jenis organisme dari bakteri hingga animalia. Alkaloid dapat dimurnikan dengan menggubakan ekstraksi asam-basa. Berbagai alkaloid bersifat toksik bagi organisme lain. Contoh alkaloid adalah kafein. Secara umum alkaloid memiliki rasa pahit.
  • Polifenol adalah senyawa yang mengandung cincin fenol. Contoh polifenol yaitu antosianin yang memberi warna ungu pada anggurtannin yang memberi rasa pada teh, dan isoflavon dari kedelai.
  • Glikosida adalah molekul gula yang terikat dengan substansi non-karbohidrat, biasanya senyawa organik. Glikosida berperan sebagai media penyimpanan energi pada tumbuhan dan dapat diaktifkan melalui hidrolisis oleh enzim yang melepaskan rantai gula dari glikosida sehingga dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan.
  • Terpena adalah senyawa organik yang umumnya dihasilkan oleh konifer. Terpena memiliki aroma yang kuat dan berfungi melindungi konifer dari serangan serangga. Terpena ada pada resin atau getah konifer. Oleh manusia, terpena digunakan sebagai parfum, pemberi rasa pada makanan, dan aromaterapi.

DEWI TULASI MELAKUKAN PERTAPAAN YANG KERAS

DEWI TULASI MELAKUKAN PERTAPAAN YANG KERAS


Segera setelah ia dilahirkan, Tulasi memutuskan untuk pergi ke daerah pegunungan Badarinatha (Himalaya) untuk berlatih melakukan pertapaan yang sangat keras. Meskipun banyak orang mencoba menghalangi-nya, tapi tak ada yang bisa, karena dia bertekad untuk tinggal dan berdoa di hutan sampai Tuhan Krsna muncul dan setuju untuk menjadi suaminya. Selama jangka waktu seratus ribu tahun surgawi, dia mengalami hal sebagai berikut: Di musim panas, ia membiarkan dirinya dari empat bara api di sekelilingnya dan di atas panas matahari, dalam musim dingin, ia tenggelam dalam air yang begitu dingin, dan pada musim hujan, ia membiarkan dirinya dari hujan deras sampai yang paling dasar. Selama 20.000 tahun, ia hidup dari buah-buahan dan air, dalam 30.000 tahun, dia hanya mengunyah daun kering, saat 40.000 tahun ia tinggal hanya di udara; dan 10.000 tahun dia tidak makan apa-apa dan berdiri hanya pada satu kaki.

Akhirnya, ia melihat Dewa Brahma di langit, naik kendaraan angsanya dan kupnya menyapu turun ke arahnya. Dengan penuh harapan, ia datang untuk memberikan anugerah, dia membungkuk rendah kepada Dewa Brahma.
Dewa Brahma berkata, "Wahai Tulasi, beritahu ku anugerah apa yang kamu inginkan. Apakah itu pengabdian rohani kepada Sri Hari atau sebagai pengikut-Nya, kebebasan dari usia tua atau kebebasan dari kematian - Aku akan mengabulkannya.."
"Ya, O dewa, aku akan sampaikan. Mohon dengarkanlah. Aku tidak akan menyembunyikan keinginanku karena takut atau malu, karena kalian semua-tahu.. Namaku Tulasi. Sebenarnya aku adalah seorang gadis pengembala sapi di Goloka, dan di sana aku mengabdi kepada Radharani, kekasih dari Sri Krsna. Aku adalah bagian ekspansi dari Radharani dan teman dekatNya. Tapi suatu hari, dalam lila tarian rasa telah terjadi suatu kesalahan, Krsna menjadi dekat denganku. dan aku menjadi tidak sadarkan diri dari kegembiraan yang berlebihan. Sementara aku pingsan, Radharani tiba-tiba muncul dan melihatku dalam kondisi itu. Dia sama sekali tidak senang. Dan tanpa terkendali Dia marah, Dia mencela Krsna pertama dan kemudian mengutukku, Dia bilang, 'memalukan, hai.. pergilah !!. Dan ambil kelahiran sebagai manusia! '

"Lalu Krsna berkata padaku,` Apabila Anda mengambil kelahiran di India, dan jika Anda melakukan pertapaan, Dewa Brahma akan memberikan Anda anugerah. Dia akan mengatur Anda untuk bisa menikah dengan Narayana yang berlengan empat, yang merupakan perluasan bagian dari diriKu sendiri. " Lalu Krsna menghilang. Dan karena takut dengan Radharani, aku meninggalkan Goloka dan dilahirkan di dunia material ini ... Jadi, tolong berilah aku anugerah. Aku ingin memiliki Narayana yang tampan sebagai suamiku. "
Dewa Brahma menjawab, "Wahai Tulasi, Sudama adalah bagian ekspansi dari Krsna dan merupakan salah seorang pengembala sapi dan teman dekat Krsna di Goloka. Sebagai hasil dari kutukan oleh Radharani, dia saat ini tinggal di bumi sebagai seorang Danava (raksasa). Namanya Sankhacuda. Dia sangat kuat/energik dan tidak ada yang dapat menandinginya dengan kekuatan apapun. Saat ia tinggal di Goloka, dia sangat tertarik kepada Anda dan ingin menikah denganmu Tetapi karena ia takut dengan Radharani., ia tidak berani mewujudkannya.

"Sama seperti Anda, sebagai jatismara - yaitu, orang yang mengetahui kelahiran sebelumnya. Sankhacuda juga sama. Dia masih ingat dengan masa lalunya untuk menjadi dekat dengan Anda,. Ia telah melakukan pertapaan yang keras untuk mendapatkan Anda sebagai istrinya. Sekarang, Aku akan memenuhi keinginannya. Oleh karena itu, wahai dewi yang sangat cantik, mohon setujulah untuk menikah dengan dia. Dan, di kemudian hari,. dengan aturan susunan khusus dari Tuhan, Anda akan mendapatkan Narayana yang tampan sebagai suami Anda. Tapi setelah itu, Dia akan mengutuk Anda dan Anda akan turun di dunia ini, menjadi pohon Tulasi yang murni dan suci, (holy basil). Anda akan menjadi yang terbaik dari semua bunga dan sangat dicintai oleh Narayana lebih dari kehidupan-Nya sendiri.. Pemujaan apapun tidak akan lengkap tanpa menggunakan daun Tulasi. Anda akan menjadi sebuah pohon suci di Vrndavana dan akan dikenal sebagai Vrindavani. Para pengembala sapi di Vrndavan baik itu laki-laki dan perempuan akan menyembah Sri Hari dengan daun Anda. Dalam setiap pemujaan arca, tanaman Tulasi harus hadir, Anda akan selalu menikmati kedekatan dengan Krsna, yaitu yang terbaik dari anak-anak pengembala sapi. "

Tulasi Devi tersenyum dan dengan senang hati berkata kepada Dewa Brahma, "O” Ayah, aku akan jujur kepada Anda. Aku tidak bermaksud untuk mendapatkan Narayana dengan empat lengan atau dengan Krishna yang berlengan dua. Untuk di Goloka, pertemuan dekat dengan Krsna tiba-tiba terganggu, setelah meninggalkan Goloka aku masih merindukan-Nya, itu karena Krsna telah memintaku, bahwa aku harus berdoa untuk mendapatkan Narayana sebagai suamiku. Tapi tampaknya sekarang, dengan karuniamu aku akan mendapatkan Krsna, yang mana sangat sulit untuk dicapai. Namun, O dewa, mohon berikanlah aku anugerah, yaitu hilangkanlah rasa takutku ini kepada Radharani. "

Dewa Brahma menjawab, "Wahai anakku, sekarang aku akan memberikan Anda enam belas huruf Radha mantra. Dengan anugerah ini Anda akan sangat dicintai oleh Radharani selamanya. Dewa Brahma memberikan Tulasi Devi ke enam belas mantra-huruf, himne, dan cara memuja Sri Radha. Kemudian, setelah memberi berkat, Dewa Brahma menghilang. Setelah diberi petunjuk, Tulasi dewi mulai sibuk dalam menyembah Srimati Radharani dan, setelah dua belas tahun, mencapai kesuksesan. Ia mendapatkan keuntungan yang diinginkan, ia menuai hasil yang tak terhingga yang tidak didapatkan oleh orang lain. Sebagai hasil dari pertapaannya yang berakhir, ia menjadi tenang dan ceria. Ketika seseorang mendapatkan kesulitan dari pekerjaannya dan kemudian menganggap bahwa hasil yang diperoleh adalah bagian dari kesulitan, maka kesulitan tersebut kemudian akan tampak menyenangkan.

Pada saat itu, Tulasi berada pada masa mudanya dan ia ingin segera untuk menjadi bagian dari Sri Krsna. Setelah selesai makan dan minum, ia berbaring di tempat tidur yang indah dihiasi dengan bunga-bunga dan dengan wangi cendana. Dia pergi istirahat dengan hati bahagia. Tapi saat dia tertidur, Kamadeva, dewa cinta, menembak lima panah ke arahnya - anak panah yang dimaksudkan untuk memikatnya. Akibatnya, meskipun ia telah diolesi dengan candana yang wangi dan berbaring di tempat tidur yang penuh dengan bunga, tubuhnya mulai merasa seolah-olah terbakar. Dari akhir sukacitanya, bulu tubuhnya berdiri, matanya memerah dan tubuhnya mulai bergetar. Satu saat ia tampak sangat kurus dan pada waktu lain ia tampak sangat muram. Kadang-kadang ia menjadi gelisah atau merasa hangat, di saat lain ia pingsan, kemudian sembuh, kemudian menderita lagi. Kadang-kadang ia bangkit dari tempat tidur, berjalan dengan lunglai, kadang duduk atau berbaring. Kondisi tubuh dan pikiran yang tidak normal ini, meningkat setiap hari, sehingga tempat tidur empuk terasa seperti tempat tidur yang terbuat dari duri, buah-buahan yang lezat dan air yang segar terasa seperti racun; rumahnya tampak seperti padang pasir; kain yang lembut halus terasa panas seperti api; dan tanda merah terang di dahinya sangat sakit seperti air yang mendidih.

Dalam mimpinya ia melihat seorang pemuda yang berpakaian bagus, tersenyum, dan riang. Dia dihiasi dengan perhiasan, tubuhnya diolesi dengan candana dan dihiasi dengan bunga. Menatap wajahnya, ia berbicara dengan lembut. Satu saat dia pergi, saat berikutnya ia kembali, kemudian ia berseru, "O Dewa yang selalu ada dalam hatiku, di manakah engaku. Mohon jangan pergi!?" Ketika dia terbangun, dia menangis lagi dan lagi. Dengan cara ini Tulasi Devi melewati hari-harinya di Badarikasrama.

Obat Herbal Tulsi (Ocimum sanctum)


Herbal adalah bagian tumbuhan atau tanaman yang digunakan untuk rasa, bau atau sifat terapeutik. Di antara herbal utama adalah Ocimum sanctum (Holy basil), yang disebut Tulsi di India atauKemangi di Indonesia. Tulsi adalah tanaman paling umum dan paling dihormati dari semua tanaman di India, yang ada di mana-mana dalam tradisi Hindu. Perannya sebagai ramuan penyembuhan sangat penting. Tulsi adalah tanaman beraroma manis, tegak puber, tinggi 30-100 cm, tumbuh dalam kelimpahan dekat bidang kebun dan lahan limbah.

Varietas
Ada tiga varietas Tulsi:
  • Krishna Tulsi (Ocimum sanctum)
  • Rama Tulsi (Ocimum sanctum)
  • Vana Tulsi (Ocimum gratissimum)
Kandungan Kimia

Berbagai senyawa biologis aktif telah diisolasi dari daun Tulsi, termasuk asam ursolat, apigenin dan luteolin.

Kegunaan Tulsi

Kegunaan Tulsi

iki banyak kegunaan pada manusia, baik daun, biji maupun seluruh bagian lain dari tanaman. Berikut adalah beberapa dari banyak manfaat Tulsi untuk pengobatan:
  • Dari efek farmakologis, dalam sistem tradisional obat Ayurvedic, beberapa sifat obat telah dikaitkan dengan tanaman ini. Studi farmakologi terbaru telah membuktikan tanaman ini sebagai anabolik hipoglikemik, relaksan otot polos, depresi jantung, antifertilitas, adaptogenik dan mempunyai sifat imunomodulator.
  • Dari segi efek antimikroba, minyak atsiri dari Tulsi memiliki kegunaan sebagai antibakteri, antijamur dan antivirus yang menghalangi pertumbuhan E. coli , B. anthracis, M. tuberculosis dan lainnya. Sediaan yang mengandung ekstrak Tulsi secara signifikan mempersingkat penyakit, gejala klinis dan parameter biokimia pada pasien dengan virus hepatitis dan virus ensefalitis.
  • Efek antimalaria juga dapat dilihat melalui tanaman Tulsi ini. Minyak atsiri dari Tulsi telah dilaporkan memiliki aktivitas larvisida 100% terhadap nyamuk Culex. Pengujian telah menunjukkan aktivitas antimalaria yang sangat baik dari tanaman Tulsi. Ekstrak tanaman itu menunjukkan aktivitas insektisida sebagai obat nyamuk, yang berlangsung selama sekitar dua jam.
  • Dari segi efek imunomodulator, minyak atsiri dari tanaman Tulsi ditemukan memiliki sifat anti-alergi. Bila diberikan pada hewan laboratorium, senyawa itu ditemukan menghambat degranulasi sel mast dan melepaskan histamin di hadapan alergen. Studi-studi ini mengungkapkan peran potensial ekstrakOcimum sanctum dalam pengelolaan gangguan imunologi termasuk alergi dan asma.
  • Tanaman Tulsi memiliki efek antistress atau efek adaptogenik terhadap manusia. Dari segi efek antifertilitas, salah satu unsur utama dari daun, asam ursolat, telah dilaporkan memiliki aktivitas antifertilitas pada tikus. Efek yang telah dikaitkan dengan efek antiestrogenik itu mungkin dapat menghambat spermatogenesis pada laki-laki dan implantasi sel telur pada perempuan. Ekstrak Tulsi berpotensi menjadi agen antifertilitas tanpa efek samping.
  • Tanaman Tulsi mempunyai efek anti-diabetes. Secara acak, pengujiancrossover plasebo terkontrol pada 40 relawan yang menderita diabetes tipe II telah dilakukan. Pada minggu keempat percobaan, subjek bergantian menerima dosis harian sebesar 2,5 g serbuk daun Tulsi atau plasebo selama waktu dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan penurunan 17,6% pada glukosa darah puasa dan penurunan 7,3% glukosa darah postprandial pada pengobatan dengan Tulsi dibandingkan dengan kadar glukosa darah selama pengobatan dengan plasebo.
  • Untuk penyakit jantung, tanaman Tulsi memiliki efek positif atas tekanan darah dan ditoksifikasi, di mana penggunaan reguler mencegah serangan jantung. Sebuah tonik dapat dibuat dengan mencampur 1 gram daun kering Tulsi dengan sesendok mentega dan gula permen atau madu, diambil dua kali sehari di pagi hari dan sebelum tidur di malam hari. Dengan meminum daun teh Tulsi, tekanan darah dapat terkontrol .
  • Daun Tulsi dalam bentuk pasta digunakan pada penyakit parasit di kulit dan juga diterapkan pada kuku jari tangan dan kaki selama demam ketika tangan dan kaki dingin. Jus daun diberikan dalam radang selaput lendir hidung dan bronkitis pada anak. Tanaman ini disebutkan memiliki efek karminatif, yang mengeluarkan keringat dan sifat stimulan. Tanaman ini digunakan untuk batuk dan juga sebagai cuci mulut untuk menghilangkan sakit gigi. Juga baik digunakan untuk sakit kepala, kejang, kram, demam dan kolera.
  • Daun Tulsi dianggap sebagai adaptogen atau agen anti-stres. Studi terbaru menunjukkan bahwa daunnya melindungi signifikan terhadap stres. Bahkan orang sehat bisa mengunyah 12 daun Tulsi, dua kali sehari, untuk mencegah stress.